Warga Kediri Ngaku Diintimidasi usai Tolak Sound Horeg

Warga Kediri Ngaku Diintimidasi usai Tolak Sound Horeg

DELAPANTOTO – Sejumlah warga di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, melaporkan mengalami intimidasi setelah menyatakan penolakan terhadap keberadaan Sound Horeg, sebuah kelompok musik jalanan yang sering menggelar pertunjukan dengan suara sangat keras di lingkungan mereka. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan ketegangan di masyarakat sekitar.

Menurut beberapa warga, konflik bermula ketika mereka menyampaikan keluhan secara baik-baik kepada anggota Sound Horeg agar mengurangi volume suara yang dianggap mengganggu ketenangan lingkungan, terutama di malam hari. Namun, respons yang diterima justru berupa tekanan dan ancaman.

“Saya hanya minta mereka agar tidak terlalu keras, tapi malah diintimidasi dan diberi peringatan keras. Kami merasa takut dan tidak nyaman,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dampak bagi Masyarakat

Warga mengaku aktivitas Sound Horeg yang berlangsung hampir setiap malam membuat banyak keluarga sulit beristirahat, terutama anak-anak dan orang tua. Selain itu, suara bising juga mengganggu aktivitas belajar dan bekerja dari rumah.

Beberapa warga yang menolak keberadaan Sound Horeg juga mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat berinteraksi dengan kelompok tersebut, yang membuat situasi semakin memanas.

Respon Pihak Berwenang

Ketua RT setempat menyatakan sudah menerima keluhan warga dan berupaya memediasi antara kedua belah pihak. Namun, mediasi belum membuahkan hasil yang memuaskan karena ketegangan masih berlangsung.

Pihak kepolisian setempat mengimbau semua warga untuk tetap menjaga ketertiban dan menyelesaikan masalah secara damai tanpa tindakan kekerasan. Polisi juga menegaskan akan menindak tegas jika ada laporan resmi terkait intimidasi maupun gangguan ketertiban.

Harapan Warga

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah tegas untuk mengatur aktivitas Sound Horeg agar tidak mengganggu ketentraman lingkungan. Mereka juga meminta perlindungan agar tidak lagi mengalami intimidasi saat menyuarakan aspirasi.


Kesimpulan

Kejadian intimidasi yang dialami warga Kediri setelah menolak keberadaan Sound Horeg menunjukkan perlunya penanganan serius agar hak masyarakat atas ketenangan lingkungan tetap terjaga. Pendekatan dialog dan penegakan hukum menjadi kunci penyelesaian konflik ini.


Sumber: bosbasker.my.id

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *